‘Medayain’ Pemberdayaan ..

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Sebagaimana tulisan kami pada ‘penyanggra‘ IWB Denpasar, melihat dan merasakan sendiri realitas di Desa Bugbug senyatanya secara ekonomi masih banyak warga desa yang jauh dari kata berekonomi stabil (untuk tidak mengatakan mereka miskin).  Mengharapkan pemerintah untuk mengentaskan keadaan inipun hingga saat ini masih jauh panggang dari api.  Namun hal seperti ini memang harus dibangun dari diri kita sendiri, dari kita oleh kita untuk kita. Alangkah idealnya, alangkah indahnya bila ini bisa kita realisaikan bersama dan ada warga atau sarjana atau para ‘PENYULUH EKONOMI ‘ mumpuni yang siap ngayah dan layah untuk mewujudkan ini ..

Secara organisasi menyerahkan situasi ini sepenuhnya kepada Desa Adat dan Desa Dinas juga memerlukan perjalanan yang terjal dan panjang. Barangkali ini bisa diwujudkan dengan dibentuk semacam badan independen (tentu dengan berkoordinasi dengan prajuru adat sesuai dengan awig dan perarem yang berlaku), sebut saja Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Bugbug (LPMB), yang berfungsi sebagai koordinator seluruh stakeholder perekonomian di Desa Bugbug, mempromosikan, mensinergikan dan memanfaatkan berbagai sumber daya dan potensi ekonomi yang ada untuk pemenuhan kebutuhan domestik desa Bugbug bahkan untuk ‘ekspor’ ke luar desa, seperti :

  1. Desa Adat/Desa Dinas : khususnya prajuru atau baga yang membidangi masalah rencana pembangunan maupun bagian purchasing kegiatan upakara di Desa).
  2. LPD dan Koperasi sejenis : menyalurkan berbagai kredit mikro untuk mengembangkan para para stakeholder ekonomi pedesaan seperti di bawah. Maupun support program pemberangkatan NAKER Kapal Pesiar.
  3. Pengelola Pasar Desa : sebisanya memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada para pedagang Bugbug untuk berdagang di areal pasar Bugbug, maupun area wilayah keekonomian Bugbug, baik untuk keseharian maupun pada even-even tertentu seperti upacara dan usaba. Memperluas dan mengembangkan areal Pasar Desa juga menjadi sebuah keniscayaan. Mengingat potensi strategis Pasar Desa Bugbug yang menjadi jujugan belanja masyarakat desa sekitar. Pasar Bugbug yang sudah renta dan uzur ini, sebaiknya direvitalisasi sedemikian rupa, sehingga dapat lebih memaksimalkan manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat. Tidak mesti menunggu uluran tangan pemerintah semata, uluran tangan CSR juga bisa dimanfaatkan, atau orang kaya Bugbug kumpulkan modal, buat konsorsium, tata & bangun kembali pasar Bugbug dan kelola untuk bias memberikan kontribusi bagi Desa Pekraman Bugbug.
  4. Para Pedagang dan Pengusaha
  5. Produsen (pembuat penganan, kue-kue, ayam mepanggang, babi guling)
  6. Petani (paguyuban petani, termasuk petani bunga gumitir dan pacah, kelapa termasuk ‘ekspor sambuk untuk ikan bakar ala Jimbaran)
  7. Peternak (paguyuban peternak babi, ayam, kambing)
  8. Perajin (perajin katik sate, kranjang, sok, perlengkapan upacara, perajin ata untuk souvenier),
  9. Paguyuban Undagi dan tukang bangunan serta pengayahnya
  10. Paguyuban Teknisi (bengkel) dan Paguyuban teknisi IT
  11. Para Srati (paguyuban tukang banten untuk memasok berbagai keperluan upacara)
  12. Nelayan (paguyuban nelayan, berikut pengelolaan hasil hilirnya seperti pembuatan warung ikan laut, sop kepala ikan, ikan bakar).
  13. Pelaut (paguyuban pelaut, memotivasi dan menginspirasi para pemuda untuk merantau ke kapal pesiar atau ke luar negeri. Mendorong sekolah pariwisata maupun sekolah kapal pesiar memberikan berbagai kemudahan bagi calon tenaga kerja asal Bugbug).
  14. Paguyuban Pekerja Pariwisata : memotivasi dan memfasilitasi (dengan berbagai informasi dan lowongan) bagi pemuda dan pemudi untuk merantau sebagai pekerja pariwisata).
  15. Paguyuban Transport Pariwisata : memfasilitasi komunikasi para pemilik/driver transport di Bugbug dengan para user at least pada kawasan wisata Candi Dasa. Bahkan pada era sekarang ini untuk urusan persembahyangan/upacara usaha car rental seperti ini sangat menjanjikan.
  16. Paguyuban Para Dermawan (yang dengan kepeduliannya mengumpulkan/mengkoordinasikan, mengetuk hati para dermawan Bugbug berdana punia khusus untuk membantu para jompo, warga kurang mampu beasiswa untuk siswa kurang mampu, mengkoordinasikan pengurusan bantuan sosial seperti bedah rumah, bedah warung kepada Pemerintah).
  17. Paguyuban Para Guru :  (mendata siswa Bugbug yang kurang mampu untuk diperjuangkan atau dicarikan beasiswa dari para donatur, memberikan kursus-kursus gratis khususnya siswa kurang mampu seperti kursus memasak, keputrian, bahasa, computer dan program ketrampilan lainnya)
  18. Warga Pemilik Modal dan Prajuru Desa yang mengurusi bidang Investasi (memformulasikan bentuk investasi usaha di Desa Bugbug guna menyerap tenaga kerja, seperti investasi pompa bensin, investasi pembuatan ruko di lokasi yang menguntungkan, investasi rebound hotel di Candi Dasa).  Kekayaan Desa (khususnya modal) yang dimiliki oleh Desa, sudah seharusnya bukan hanya dimanfaatkan untuk renovasi pura semata, juga sebagiannya diarahkan untuk investasi yang bisa mendatangkan profit maupun benefit multiflyer effect lainnya, semisal membuat semacam badan usaha desa yang mengelola obyek wisata Panggian di Bukit Asah.  Bahkan (bila memungkinkan sesuai dengan awig-awig) akuisisi/pembelian atau areal persawahan atau perkebunan yang bisa disakapkan kembali kepada warga kurang mampu.
  19. Lahan Tidur Milik Desa : dapat pula dimanfaatkan dengan sistem bagi hasil dengan petani kurang mampu lainnya untuk ditanami tanaman bernilai ekonomi tinggi seperti kayu jabon, albesia, jati emas dll yang menghasilkan ratusan juta bahkan milyaran rupiah sekali panen antara 5-15 tahun ..
  20. Bahkan bila perlu dibuat ‘paguyuban preman !!‘  yang memasok tenaga satpam untuk tugas pengamanan hotel. bukan hanya sebagai centang dan makelar politik untuk perhelatan pemilu lima tahunan.

Fengshui Pasar & Kemakmuran

Jadi teringat LAW of ATTRACTION : Gratitude, Affirmation, Visualization, Action. Kita memang pantas mensyukuri bentangan alam Bugbug dengan pertanian dan kelautannya yang indah.  Kita memang selalu menggumamkan bahkan menuliskan seperti ini berbagai hayalan kita akan masa depan desa. Dan Kita memang bisa berharap dan berharap tapi tanpa tindakan nyata juga, semua hanya tinggal di angan-angan saja.  Mari !!, lakukan mulai dari hal yang kecil.., minimal dari keluarga sekitar kita. Ayo belanja pada pedagang Bugbug, kita pakai para undagi Bugbug, kita pakai produk pertanian & peternakan Bugbug, Ayoo move on .. PARA INTELEKTUAL BUGBUG AYO BERSATU DOOONG, DANYAAK MAIYEGAN TAANG  ….

(BACA JUGA : TIRTHA DI POJOK DESA …)

by : I Wayan Ardika

 

 

One thought on “‘Medayain’ Pemberdayaan ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: