KB Rugikan Hindu Bali

ngisi-gumi2

EFEKTIVITAS program Keluarga Berencana (KB) di Bali mulai dipertanyakan oleh salah satu partai nasionalis di Bali, mengingat selama ini pelaksanaan program KB di Bali ternyata tidak diikuti oleh kebijakan kependudukan yang mendukung dan pro terhadap umat Hindu yang merupakan mayoritas di Bali. Membludaknya jumlah penduduk pendatang di Bali khususnya di Denpasar dan semakin tertinggalnya SDM manusia Hindu di Bali tak lepas dari suksesnya program KB yang selama ini dianggap sebagai pengendali utama kelahiran penduduk di Bali.

Hal itu dikatakan oleh seorang pembicara Dra. Luh Sri Herawati (Caleg DPRD Provinsi No.4 Dari Kota Denpasar). Program KB itu sebenarnya bagus untuk diterapkan, tetapi jika dilihat dari sudut pandang ketahanan Hindu di Bali jelas merugikan. Karena di satu sisi pemerintah dari pusat dan daerah mendorong umat Hindu punya dua anak cukup tapi di satu sisi, jumlah kedatangan penduduk pendatang tidak terkontrol. Ini namanya pembodohan bagi rakyat Bali,’ ungkapnya.

Ia pun berargumentasi bahwa leluhur orang Bali sudah menyiapkan empat nama untuk keturunan yakni Gede, Made/Kadek/Nengah, Komang/Nyoman, dan Ketut. Tradisi ini sudah berlangsung selama ribuan tahun dan kini terancam akibat kebijakan pemerintah yang tidak pro-Hindu. ‘Saya masih percaya banyak anak banyak rezeki. Apalagi dalam filosofi Hindu disebutkan bahwa setiap atma yang lahir ke dunia adalah awatara kecil,’ katanya.

Untuk itu, ia pun mendukung jika program KB ditinjau lagi sebelum ada pengaturan penduduk pendatang terutama dari luar Bali yang jelas. ‘Jangan sampai pemerintah Bali sendiri mengebiri dan membatasi jumlah umat Hindu di Bali, tapi arus kedatangan penduduk pendatang tidak ada kebijakan yang tegas. Selama tidak ada kebijakan yang tegas, maka partai itu akan tetap menolak program KB di Bali. Jangan sampai umat Hindu Bali mati konyol di tanah sendiri karena kebijakan pemerintah yang anti-Hindu,’ ujar kerabat dari tokoh partai asal Buleleng (almarhum) Pak Item ini.

(r/*) BP Minggu, 29032009, posted by I Wayan Ardika


4 thoughts on “KB Rugikan Hindu Bali

  1. Pandangan etnosentris mungkin bukanlah hal yang baik untuk dijadikan titik pandang.

    Saya rasa jika manusia sadar, bahwa bumi ini terbatas dan semakin padat karena pertambahan penduduk yang membludak. Maka ia selayaknya menjadi peduli dan prihatin.

    Katanya orang Bali punya konsep Tri Hita Karana, namun ia menjadi tidak sensitif terhadap lingkungan ketika melihat dari sudut pandang kultural yang terlalu kental.

    Suka

  2. walah. sudut pandangnya memang terlalu xenophobia. KB kan malah untuk membuat hidup kita lebih berkualitas, bukan soal jumlah. trlalu banyak tanpa kualitas kan akan jadi masalah.

    Suka

    • Kita bicara sesuatu kebenarannya tentu juga dipengaruhi oleh kondisi.
      Kental etnosentris tidak salah. Saya mendukung pendapat dari Dra. Luh Sri Herawati tersebut. Banyak belum tentu tidak berkwalitas. Sedikit juga tidak pasti berkwalitas. Pandangan berdasarkan kultural kental tidak selalu jelek, berpikir bersipat global tidak selalu benar. Kita memang bagian dari yang besar. Tapi kita juga harus punya ketahanan akibat desakan oleh yang besar atau global itu. Dan itu mestinya sudah dapat kita lihat dari perkembangan masyarakat Bali sampai dewasa ini.
      Apakah kita tidak melihat desakan-desakan itu. Jangan2 karena pola pikir yang sudah terlalu global lupa akan existensi diri.
      Apa yang didengungkan kelompok global tidak selalu positif untuk minorotas.

      Damai selalu.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: