Kata-Kata Kasar

nguni

Luangkan waktu anda untuk membaca cerita ini,  bacalah dengan seksama, resapilah, dan bayangkan anda seperti Ibu pemeran cerita ini.  Ceritanya ………………,

Saya menabrak seorang yang tidak dikenal ketika ia lewat. “Oh, Maafkan saya” adalah reaksi saya. Ia berkata, “Maafkan saya juga, saya tidak melihat anda”.  Orang tidak dikenal itu, juga saya, berlaku sangat sopan.  Akhirnya kami berpisah dan mengucapkan selamat tinggal.

Namun cerita lainnya terjadi di rumah, lihat bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita kasihi, tua dan muda. Pada hari itu juga, saat saya tengah memasak makan malam, anak lelaki saya berdiri diam-diam di samping saya.  Ketika saya berbalik, hampir saja saya membuatnya jatuh.  “Minggir !!”, kata saya dengan marah. Ia pergi, hati kecilnya hancur.  Saya tidak menyadari betapa kasarnya kata-kata saya kepadanya.
Ketika saya berbaring di tempat tidur, dengan halus bayanganku berbicara padaku, “Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan, tetapi anak-anak yang engkau kasihi, sepertinya engkau perlakukan dengan sewenang-wenang. Coba lihat ke lantai dapur, engkau akan menemukan beberapa kuntum bunga dekat pintu. Bunga-bunga tersebut telah dipetik sendiri oleh anakmu, merah muda, kuning dan biru. Anakmu berdiri tanpa suara supaya tidak menggagalkan kejutan yang ia akan buat bagimu, dan kamu bahkan tidak melihat matanya yang basah saat itu”. Seketika aku merasa malu, dan sekarang air mataku mulai menetes.

animated119

Saya pelan-pelan pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, “Bangun nak, bangun,” kataku. “Apakah bunga-bunga ini engkau petik untukku ?” Ia tersenyum, “Aku menemukannya jatuh dari pohon, aku mengambil bunga-bunga ini karena mereka cantik seperti Ibu. Aku tahu Ibu akan menyukainya, terutama yang berwarna biru.” Aku berkata, “Anakku, Ibu sangat menyesal karena telah kasar padamu, Ibu seharusnya tidak membentakmu seperti tadi.”  Si kecilku berkata, “Oh, Ibu, tidak apa-apa, Aku tetap mencintaimu.”  Akupun membalas, “Anakku, aku mencintaimu juga, dan aku benar-benar menyukai bunga-bunga ini, apalagi yang biru.”

Apakah anda menyadari bahwa jika kita mati besok, perusahaan di mana kita bekerja sekarang bisa saja dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari ?  Tetapi keluarga yang kita tinggalkan akan merasakan kehilangan selama sisa hidup mereka. Mari kita renungkan, kita melibatkan diri lebih dalam kepada pekerjaan kita ketimbang keluarga kita sendiri, suatu investasi yang tentunya kurang bijaksana, bukan ?

Jadi apakah anda telah memahami apa tujuan cerita di atas ?
Apakah anda tahu apa arti keluarga ?
Dalam bahasa Inggris, keluarga sama dengan family
Family : (F)ather, (A)nd (M)other, (I), (L)ove, (Y)ou.
Teruskan cerita ini kepada orang-orang yang anda pedulikan,
Saya telah melakukannya !!.

Cerita ini saya dapatkan di waktu lalu ketika seorang teman mengirimi saya resonansi yang berisikan sebuah cerita di atas .., menyentuh sekali … Semoga tulisan ini juga menyentuh pembaca yang lain untuk dapat lebih menyebarkan kasih sayang, paling tidak kepada orang terdekat kita lalu menyebar ke orang-orang sekitar, dan dunia semoga damai ….

Posted by : I Wayan Ardika
Hindu is my life

2 thoughts on “Kata-Kata Kasar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: