Mega Proyek Hotel dan Lapangan Golf

Terkait Mega Proyek Hotel dan Lapangan Golf di Bugerasi Dilaporkan ke Mapolda, Pihak Bugerasi Bantah

Investor asal Korea Selatan (Korsel), Kuk Bong Yi dilaporkan ke Mapolda Bali oleh seorang warga desa Bugbug, Karangasem, I Gede Ngurah, dengan dugaan penyalahgunaan hak guna bangunan (HGB), terkait proses over kontrak dan perpanjangan kontrak lahan seluas 124 hektar di wilayah pantai Bias Putih desa Bugbug dan Perasi (Bugerasi), Karangasem.  Selain laporan
penyalahgunaan HGB, diduga ada juga kasus penggelapan atau bagi-bagi PBB dilakukan orang lain.

Saat hal itu hendak dikonfirmasikan kepada Ketua Tim Bugerasi I Wayan Mas Suyasa, S.H. yang juga klian desa pakraman Bugbug, Senin (24/5) kemarin, dia belum berhasil ditemui. Saat dicari ke rumahnya, salah seorang anggota keluarganya mengatakan dia di kantor koperasinya. Namun saat dicari ke sana, stafnya mengatakan dia sedang ke luar. Namun saat dihubungi, HP-nya
beberapakali tetap tak aktif. Seorang sumber di Bugbug mengatakan, kasus ada warga melaporkan dugaan pelanggaran hukum dalam proses pengurusan megaproyek itu, sudah dirapatkan tim Bugerasi di Bugbug, Minggu (23/5).  Namun sumber mengaku tak tahu apa hasil pembicaraan atau keputusan rapat itu, tetapi yang jelas membicarakan ada laporan ke Mapolda Bali itu.

Di lain pihak, Wakil Ketua Bugerasi I Wayan Reti yang juga klian desa pakraman Perasi, mengatakan tak ada penggelapan pajak dalam proses ambil alih (take over) dan perpanjangan kontrak lahan seluas 124 hektar milik warga kedua desa itu.  Dia terus terang mengatakan, pihaknya bekerja karena diberikan pekerjaan dan membantu pihak investor yang tentunya
menginginkan proses transaksi lahan sampai investasinya berjalan lancar sehingga uang yang diinvestasikan cepat kembali. Soal ketika dalam proses itu pihak investor memberikan imbalan jasa sebagai terimakasih, hal itu sudah dibagi rata dengan yang ikut terlibat membantu.

Sementara berbagai kewajiban pihak investor yang harus dipenuhi sehingga mereka bisa lancar menanamkan modalnya, menurutnya, juga sudah dipenuhinya. Di antaranya pembayaran PBB. Di mana, sebelumnya di wilayah itu lahannya sempat di kontrak investor asing lainnya dengan lama kontrak 30 tahun. Namun karena ada masalah finansial, investasi berupa pembangunan
hotel di pantai pasir putih itu tak bisa terealisasi. Sementara waktu sisa kontrak itu sampai kini tinggal 10 tahun dari 30 tahun. Sisa kontrak itu di over ke investor Kuk Bong Yi asal Korsel, ditambah perpanjangan kontrak baru lahan itu selama 30 tahun. Karena investasi pengontak sebelumnya tak jalan, PBB-nya tak dibayar, sehingga untuk bisa investor baru melakukan investasi dan memperpanjang kontrak, maka kewajiban investor baru itu melunasi PPB selama sekitar 20 tahun sebelumnya. ‘’Pihak perusahaan yakni PT. Bali Bias Putih (PT BBP) membayar PBB itu sebesar Rp 50 juta dan kita sudah lunasi pembayarannya kepada pemerintah,’’ ujar Reti.
Dikatakan, besar biaya kontrak lahan yang disepakati PT BBP Rp 600 juta perhektar selama 30 tahun. Investor lewat PT. BBP berencana membangun hotel bintang lima dan lapangan golf 18 hole, dengan panorama pantai berpasir putih di Bias Putih . Namun, Reti mengakui saat ini prosesnya baru pada tahap persiapan penandatangan perjanjian kontrak di kantor seorang pejabat notaris di Karangasem dalam dua atau tiga hari ini. Namun, diakui dalam mewujudkan proyek itu banyak hambatan yang bersifat prinsip. Di antara hambatan itu, di mana ada beberapa masyarakat yang belum sejalan pikiran dan pemahamannya. ‘’Saya sih, berpikir positif saja, di mana ingin adanya investasi, sehingga nantinya harapan kita ada lapangan pekerjaan dan berdampak baik bagi masyarakat khususnya di sekitar proyek dan Karangasem secara lebih luas,’’ kata Reti.

Terkait ada warga yang melaporkan dengan dugaan seperti penyalahgunaan HGB atau dugaan penggelapan PBB, dia mengatakan hal itu sebagai hal yang wajar.  Dalam negara hukum, menjadi hak seseorang melaporkan adanya dugaan melanggar hukum, namun tentunya hal itu harus dibuktikan dan diuji unsur-unsur melanggar hukumnya di pengadilan nanti.  Baginya, sikap saling mengerti, berpikir positif dan menghormati hukum itu penting. (013)

Sumber : Bali Post/May 10, 2010

Posted by : I Wayan Ardika

One thought on “Mega Proyek Hotel dan Lapangan Golf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: