Brodstock Udang di Bugbug ..

brodstock

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa Bali selalu memperlihatkan kemajuan dari masa ke masa. Dengan karakter masyarakatnya yang religius, ramah, dan alam Pulau Dewata yang indah. “Sungguh karakter manusia dan bangsa yang patut dicontoh,” ujar SBY. Hal tersebut disampaikan saat meresmikan Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIUUK) di Desa Bugbug, Kabupaten Karangasem, Bali, Senin (06/12)

Presiden juga mengapresiasi tindakan pemda membangun daerahnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. “Pemerintah pusat akan terus memberikan bantuan. Anggaran yang dimiliki pemerintah akan terus dialokasikan secara tepat dan adil,” Presiden menegaskan.

Diisamping itu, Kepala Negara juga menyambut baik visi KKP untuk menjadi produsen perikanan terbesar menuju 2014. “Saya juga mengapresiasi inisiatif untuk membangun Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan ini,” kata SBY.

Usai peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Presiden SBY dan Ibu Negara pun meninjau fasilitas balai produksi yang ada. Diantaranya Multiplication Center 6 dan Multiplication Center 5 yang digunakan untuk panen perdana induk udang unggul Vaname Nusantara-1 serta Nucleus Center sebagai tempat seleksi famili udang untuk perbaikan genetik induk udang. Setelah itu, dilanjutkan dengan menanam pohon Trembesi di lokasi yang telah disediakan di sekitar tempat balai produksi.  Turut mendampingi Presiden, antara lain, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam, dan Staf Khusus Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah. [ms]

Sumber : seru.com

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Senin (6/12) kemarin meresmikan Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIUUK) di pantai Lepra, Bugbug, Karangasem. Dalam sambutannya, Presiden mengatakan potensi perikanan dan kelautan masih sangat besar. Terkait operasi BPIUUK itu, Presiden minta jangan hanya bagus saat diresmikan. Seterusnya harus dikelola dengan baik sehingga mendatangkan keuntungan bagi masyarakat.

Untuk itu, kepada Menteri Fadel Muhammad dan juga Gubernur Bali, diingatkan agar tetap memperhatikan pengelolaan balai itu. ”Kalau ada masalah hendaknya segera ditanggulangi, tak perlu saling menyalahkan,” tegasnya.

Menteri Perikanan dan Kelautan Fadel Muhammad mengatakan, komoditi udang saat ini masih merupakan andalan ekspor selain rumput laut dan ikan tuna. Menurutnya, akhir 2009 ekspor udang Indonesia 240.250 ton (27,29%) dari total ekspor perikanan 881.413 ton. Nilai ekspor udang itu mencapai 1,576 miliar dolar AS (63,3%) dari total nilai ekspor perikanan 2,466 miliar dolar AS.

Brodstok budi daya udang jenis vaname yang tergolong unggul di Desa Bugbug, menurut Fadel, merupakan balai budi daya udang terbesar di Asia Tenggara. Dalam setahun, balai ini ditargetkan mampu memproduksi 675 ribu ekor. Sementara di lokasi budi daya sejenis lainnya baru mampu memroduksi sebanyak 250 ribu sampai 300 ribu ekor setahun.

Menurut Fadel, sampai kini Indonesia masih sebagai pengimpor induk udang dari Amerika Serikat seperti dari Florida dan Hawaii, dengan harga yang mahal. Harga udang impor setelah sampai di tangan pembeli masyarakat juga sangat tinggi berkisar Rp 400 ribu per ekor. Sementara udang yang dihasilkan dari balai benih udang Bugbug nantinya dijual murah kepada pembudi daya, sehingga terjangkau oleh masyarakat, sekitar Rp 40 ribu.

Sumber : BP/09122010

Tentu kita boleh berbangga dengan adanya broadstock ini, namun harapanya kita tidak terlena. Semoga dampak negatifnya bagi lingkungan fisik, budaya dan sosialnya juga sudah dilakukan analisisnya sehingga tidak menimbulkan gesekan-gesekan kependudukan, budaya, agama yang tidak kita harapkan. Para pekerja yang konon kebanyakan berasal dari dauh dan dangin tukad, tentunya wajib tunduk pada awig serta adat istiadat yang berlaku di Desa Pekraman Bugbug. Jangan sampai wewidangan dan tradisi Bugbug sikabedik, kaseseh, pengpeng jaja lempeng makaad sikabedik. Jaji pin tabe pukulun da kanti Pura Segara kalangkubin baan palinggih uli gumi Qurawa dauh lan dangin tukad !! .. Jangan lengah jangan tergoda..

Posted by : I Wayan Ardika

3 thoughts on “Brodstock Udang di Bugbug ..

  1. Saya bangga dg adanya mega usaha yg ada di kawasan desa tercinta hingga RI 1 turun tuk meresmikannya, namun kira2 sebesar apa sich dampak positif yg di dpt oleh masyarakat bugbug pd umumnya????? maaf krn saya blm dengar kontribusi Mega Usaha tsb krn saya tdk berkecimpung di pengurus desa. trm

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: