Candidasa Merana

Rest area (tempat peristirahatan) dan publik area di pantai Candidasa berupa reklamasi pantai dengan dana sekitar Rp 24 miliar, kini kian kumuh. Puluhan pedagang kaki lima membuat lapak dan warung tenda dengan atap terpal atau asbes. Kondisi itu disoroti Fraksi PDI-P Karangasem, melalui juru bicara Nengah Suparta yang juga disampaikan, Minggu (7 Agustus 2011) kemarin di Karangasem.

Suparta mengatakan, dulu pantai yang abrasi itu diuruk dengan dana anggaran pusat mencapai puluhan miliar. Tujuannya, pantai yang diurug itu nantinya dijadikan wilayah publik sehingga bisa digunakan tempat melasti bagi belasan desa pakraman yakni Nyuh Tebel, Pesedahan, sampai ke Timbrah. Namun, usai direklamasi, ternyata Pemkab Karangasem belum mengelola dengan baik, sehingga pihak tertentu menggunakan untuk lokasi berdagang kaki lima dengan alasan sudah atas persetujuan Bupati Karangasem.

Belakangan masyarakat dibiarkan membuka warung di sana, sejumlah wisman dan manajer hotel di kawasan Candidasa pun protes. Lokasi itu kumuh dan mengundang banyak tikus hidup dan bersarang karena banyak sisa makanan. Tikus berkeliharan masuk hotel, padahal tikus sangat ditakuti wisman.

Beberapa bulan lalu, dua bangunan bale bengong juga sudah dibangun di selatan restoran Lotus Candidasa. Terkait adanya dua bale bengong baru itu, Wakil Bupati Karangasem I made Sukerana, S.H. memerintahkan Pol PP Pemkab Karangasem untuk menetibkan dan bila perlu membongkarnya. Soalnya, kawasan public area itu akan ditata Pemkab dan bakal diurug dengan pasir putih dengan harapan bisa menjadi pantai yang kembali dikunjungi banyak wisman. ”Sudah ada yang mau menjuali pasir, kawasan itu akan ditata dengan diuruk pasir putih. Dua bale bengong itu agar ditertibkan,” ujar Wabup Sukerana.

Candi dasa

Di lain pihak, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg juga ikut menyoroti keberadaan kian banyak pedagang kaki lima yang membuka lapak di rest area itu. Geredeg mengatakan, memang selama ini pihaknya memberikan lokasi itu untuk berdagang pedagang kali lima, karena sebelumnya berjualan di tepi badan jalan di depan pantai yang jalan rayanya sempit dan menikung.

Pemberian tempat itu untuk sementara. Dikatakan, karena rest area itu bakal ditata, direncanakan apakah memungkinkan tanah kosong di utara badan jalan di depan rest area itu bisa dipakai untuk berdagang pedagang kaki lima.

Sources : BP/0808

Posted by : I Wayan Ardika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: